Traveling Diary
  • Home
  • About
  • Travel Destination
  • Food & Culture
  • Life Stories
  • Thought & Tips
  • Contact

Hi! Let's explore Batukaras...

Ada banyak pilihan destinasi wisata di Pangandaran, and my heart chooses Batukaras sebagai destinasi paling nyaman, damai dan cocok untuk kamu yang mau liburan dengan vibes yang menenangkan. Usahakan datang ketika bukan musim liburan yaa, agar tidak terlalu ramai, so, you can enjoy your vacation! Ada 4 tempat yang wajib kamu kunjungi saat berkunjung ke Batukaras, apa saja sih? Happy reading!

Pantai Batukaras

    First thing first sebelum mengunjungi destinasi yang lain, visit pantainya is a must! Apalagi kalau kamu hobi surfing. Ombak disini tidak terlalu besar dan tidak terlalu tenang, jadi super cocok untuk surfing. Selain warga lokal, disini banyak WNA juga yang sengaja datang jauh-jauh dari negaranya untuk surfing di Batukaras. For your information, renang disini juga aman untuk anak-anak dengan catatan harus dalam pengawasan orang dewasa.

House of  Sawah




    Siapa yang mau santai dengan pemandangan alam dan vibes yang super tenang? House of Sawah tempatnya. Kamu bisa santai diantara sawah yang hijau dan pepohonan, udara segar, plus sunsetnya yang super cantik. House of sawah tidak terlalu dekat dengan jalan raya, so, ini jadi tempat yang tepat untuk bersantai dengan suasana yang tenang. Selain order makanan dan minuman di restonya, disini tersedia penginapan juga ya.

Kedai Mini




    Masih dekat dari House of Sawah, ada kedai mini yang sama sama memiliki view sawah yang membentang luas nan hijau. Menu disini juga sangat beragam dan ramah dikantong, makanannya sangat cocok untuk lidah orang Indonesia. Kedai Mini lokasinya tidak di jalan raya juga yaa, jadi, disini super tenang dan nyaman.

Le Pari




    Berbeda dengan tempat sebelumnya, Le Pari cocok untuk kamu yang ingin bersantai dengan view langsung ke Laut. Selain cafe, disini juga ada hotel dan mini marketnya yaa. Tempatnya cantik dan super lengkap, semua serba ada disini. Ada kolam renang dan banyak pilihan menunya, lokasinya bisa dengan mudah ditemukan karena dekat dengan jalan raya dan langsung menghadap ke laut.


Please keep the place clean when you visit :)

Cheers, 

Ineu Melia

 



    Hi Bandung! Been so long.....
    Senang sekali rasanya berkunjung setelah sekian lama, apa kabar? siapa? haha. Maksudku apa kabar bebeke om aris? apa kabar kopi toko djawa? apa kabar jalan asia afrika dan sekitarnya yang selalu padat pengunjung? akhirnya aku kembali menginjakan kaki disini, setelah sekian lama rencana ke Bandung lagi selalu tertunda dan tertunda.



    Berkunjung ke Bandung kali ini pun sangat singkat, satu hari saja. Tapi rasanya puas karena bertemu sahabat lama setelah sekian lama tidak berjumpa. Kami bertukar cerita dari siang sampai gelap, hampir 11 tahun saling mengenal, rasanya tidak ada yang berubah. Masih sama seperti dulu, tertawanya masih lepas haha. Hanya saja kali ini topik pembicaraan lebih serius, mengingat usia yang sudah menginjak 22-23 tahun hehe. 



    Bisa tebak ini sedang antri apa? Yappp kita sedang antri Bacang Panas Braga yang super panjang! tapi it's totally worth it ngantri lama untuk seporsi bacang ini! Plsss you guys have to try makanan legendaris ini!! FYI, bacang panas baraga saat ini lokasi berjualannya pindah jadi di samping Hotel Savoy Homman, Jl. Homan, Cikawao, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. Tidak terlalu jauh dari Braga, cukup jalan kaki. Rasanya gimana? words can't describe, pastinya super enak!!! harganya Rp. 10.000 saja, worth it sekali bukan? Isi bacangnya super royal, ga nanggung! Ada tetelan sapi didalamnya dengan balutan daun pisang. Jangan lupa coba kuliner yang satu ini yaa!

Cheers,

Ineu Melia

 



    Februari lalu, aku berkesempatan untuk menjalankan salah satu project bersama NGO Pandu Laut Nusantara. It's my very first project with them. NGO Pandu Laut founded by Ibu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan 2014-2019. Pulau Pari Kepulauan Seribu menjadi lokasi terpilih untuk dilaksanakannya project “Woman of the Sea: Boats Sharing & Mangrove Planting”. Bukan tanpa alasan, Pulau Pari menyimpan banyak sekali kekayaan dan keindahan alam. Tidak hanya itu, peran para perempuan Pulau Pari dan permasalahan yang terjadi menjadi salah satu alasan kuat kenapa pulau ini dipilih untuk dilaksankannya project ini.


    Seminggu di Pulau, aku mendapatkan banyak sekali informasi tentang problem & konflik yang terjadi di Pulau Pari dan Kawasan Kepulauan Seribu lainnya. I am so proud and impressed dengan peran perempuan yang begitu besar. Pulau Pari sedang menghadapi permasalahan perubahan iklim dan konflik yang tak kunjung usai dengan sekelompok orang-orang serakah yang ingin menguasai pulau ini. Berkali-kali warga disini mendapat tawaran pembangunan-pembangunan fasilitas pariwisata, namun, pembangunan tersebut pada akhirnya akan merugikan warga setempat dan menguntungkan sebelah pihak saja. Ya, mereka para investor dan pengusaha-pengusaha yang dengan ambisnya ingin berkuasa di pulau ini.

    Bukannya bagus membangun fasilitas-fasilitas yang lebih memadai dan lebih mewah di Pulau tersebut? Lalu, bagaimana nasib penginapan-penginapan milik warga setempat? Bagaimana nasib warung atau rumah makan kecil milik warga setempat? Bagaimana juga kondisi lingkungan setempat setelah pembangunan-pembangunan tersebut dilakukan? Kadang, kita harus berpikir sejauh itu untuk memahami kondisi yang sedang dan akan terjadi di kemudian hari.


    Let me tell you, betapa besar peran warga setempat dalam mempertahankan pulau ini terutama mereka para perempuan. Teh Aas bersama para perempuan Pulau Pari lainnya yang tergabung dalam sebuah komunitas bernama KPPP (Kelompok Perempuan Pulau Pari) bersama-sama merawat kelestarian pulau ini. Mereka memiliki sebuah kebun yang ditanami berbagai jenis sayur dan buah-buahan yang alhamdulillah tumbuh subur disini. Hasil panennya biasanya akan mereka jual atau dibagikan dengan rata kepada warga setempat, terkhusus para perempuan yang tergabung bersama KPPP.


    Selain itu, mereka juga selalu rutin membersihkan lingkungan sekitar pulau. Mereka sangat open dengan orang-orang yang ingin turut serta berkontribusi menyelamatkan Pulau Pari. Misalnya, menanam mangrove untuk mencegah abrasi maupun erosi akibat perubahan iklim. Para perempuan dan warga setempat akan selalu menjadi garda terdepan untuk menjaga tanah dan rumah mereka. Bahkan aku sedikit kaget, ketika mendengar bahwa dana perbaikan jalan di area pulau merupakan dana yang mereka keluarkan sendiri dari dana pribadi. Ya Tuhan, dimana peran pemerintah?




    Menjalani hari-hari sebagai anak pulau di Pulau Pari adalah one of my challenging experiences. This is an honour for me, bisa banyak sharing dengan Teh Aas selaku ketua KPPP dan warga setempat lainnya. I got so many ilmu dan pengetahuan baru. and I am so impressed dengan kerja keras dan teguhnya mereka untuk mempertahankan tanah dimana mereka dilahirkan dan tumbuh. Semoga Pulau Pari selalu lestari sampai kapanpun dan semoga warga disini selalu diberi kelancaran dalam setiap urusannya.




    Project “Woman of the Sea: Boats Sharing and Mangrove Planting” berjalan dengan lancar dan super seru. Semua ini tidak lepas dari kontribusi semua pihak yang terlibat. Dari mulai kegiatan bagi-bagi kapal, penanaman mangrove, panen hasil kebun KPPP,  quiz sampai games. Bisa bertemu, sharing dan ngobrol banyak dengan berbagai pihak dan orang-orang baru yang aku temui di Pulau ini. Semoga project ini bisa memberikan manfaat berkelanjutan untuk Pulau Pari.



    Last but not least, bisa menikmati keindahan setiap sudut pulau ini jadi hal yang sangat aku syukuri. Airnya begitu jernih, ombaknya begitu tenang, matahari terbenamnya super cantik! dannn kulinernya sangat lezat!!! Senang sekali bisa berburu kuliner dan mencoba berbagai pilihan menu yang dimasak langsung oleh warga setempat. I’ll share tentang wisata dan kulinernya in the next artikel yaa.

Bagaimana pendapat kalian tentang permasalahan yang terjadi di Pulau Pari? Let me know di kolom komentar bawah yaa!

Please keep the place clean when you visit :)

 

Cheers,

Ineu Melia

 

Newer Posts Older Posts Home

About Me

Assalamualikum. Hi Everyone! Welcome to the online journal "Traveling Diary". I am Ineu Melia, a girl who loves to travel and share her experiences. Aku sangat berharap, semoga blog ini bermanfaat dan bisa menginspirasi siapapun to see this beautiful world. So, enjoy guys! Thanks for visiting my travel blog.

Subscribe & Follow

Popular Posts

  • Pulau Pari dan Peran Perempuan di Dalamnya
  • PLACE TO VISIT IN BATU KARAS (House of Sawah, Kedai Mini and Le Pari)
  • STREET FOOD DI KAMPUNG INGGRIS PARE KEDIRI
  • PENANGKARAN BIOTA LAUT DI BALI VAN JAVA
  • Matahari Terbit di Pulau Kenawa, Bagaimana Cara Menuju ke sana?

Categories

  • Food & Culture 7
  • Life Stories 14
  • Thought & Tips 10
  • Travel Destination 50

Contact Form

Name

Email *

Message *

Blog Archive

  • ▼  2025 (4)
    • ▼  April (1)
      • Ngopi dan Nongkrong di Kong Djie Coffe, Warkop Ter...
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2024 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2023 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2022 (19)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (3)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (17)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2020 (20)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  August (6)
    • ►  July (4)
Powered by Blogger.

ineumeliaf_

Blog Styling By Yanikmatilah Saja | Theme by OddThemes.

COPYRIGHT © 2020 Ineu Melia | Styling by Yanikmatilahsaja