Saat malam terakhir setelah seharian menjelajahi Pulau Belitung, sebelum besoknya flight pulang, aku menyempatkan diri mampir ke warung kopi legendaris yang sudah lama masuk bucket list. Yap, pilihanku jatuh pada Kong Djie Coffee, warkop tertua dan salah satu yang paling ikonik di Belitung.
Berlokasi di Jalan Siburik Barat No. 24, Tanjung Pandan, warung kopi ini sudah berdiri sejak tahun 1943. Usianya yang lebih dari delapan dekade menjadikan Kong Djie bagian dari sejarah panjang budaya minum kopi masyarakat Belitung. Nama dan cita rasanya bahkan sudah dikenal luas oleh wisatawan yang datang ke pulau ini.
Salah satu daya tarik utama Kong Djie Coffee adalah racikan kopinya yang khas. Perpaduan biji robusta dan arabika menghasilkan rasa yang kuat. Proses penyajiannya pun masih mempertahankan cara tradisional, kopi diseduh langsung dan disajikan dengan gaya sederhana yang justru menjadi ciri khasnya. Aroma kopi yang pekat langsung terasa begitu cangkir dihidangkan, menghadirkan pengalaman ngopi yang autentik.
Tak hanya kopi, di sini juga tersedia berbagai menu pendamping seperti roti bakar, olahan pisang, singkong, dan kudapan ringan lainnya yang cocok dinikmati bersama secangkir kopi hangat. Suasana warungnya sederhana, dengan nuansa klasik yang masih terjaga. Dari tempat duduk, kita juga bisa melihat aktivitas pusat kota Tanjung Pandan yang hangat dan syahdu di malam hari. Lampu-lampu kota, obrolan pengunjung, serta aroma kopi yang terus mengepul menciptakan pengalaman nongkrong yang terasa akrab.
Menutup perjalanan di Belitung dengan secangkir kopi di Kong Djie Coffee rasanya seperti menutup cerita dengan manis. See you again suatu hari nanti Belitung!
Cheers,
Ineu Melia

0 Comments