Traveling Diary
  • Home
  • About
  • Travel Destination
  • Food & Culture
  • Life Stories
  • Thought & Tips
  • Contact

 


 Hi Bali!

    Thanks for having me! Setelah sekian lama punya plan ke Bali, finally diawal tahun 2023 ini bisa terwujud. As always, it’s not only about traveling, tapi juga pengabdian, yap, being a volunteer. Kalo ditanya kapan mau pensiun jadi volunteer? It’s a hard question, rasanya being a volunteer is one of my favorite job, always have been and always will be. Setelah mempertimbangkan banyak hal demi kelancaraan dan kesuksesan kegiatan pengabdian, aku dan beberapa temanku sebagai volunteer sekaligus panitia memutuskan untuk melaksakan kegiatan di Banjar Pujung Kelod Desa Sebatu Kecamatan Tegalalang Kabupaten Gianyar Provinsi Bali.

    it’s not easy sebenarnya, menjadi volunteer sekaligus panitia, but i was learning something new. Kami tinggal di salah satu rumah penduduk setempat selama berkegiatan menjadi relawan, beliau juga merupakan pemangku adat disini, yap, rumah bapak dan meme, meme adalah sebutan untuk ibu di Bali, mereka adalah salah satu manusia paling ramah yang pernah aku temui. Feel so grateful, selalu mendapatkan dan merasakan cinta dan kasih sayang yang tulus dari siapapun disetiap perjalanan.


    I can feel the warmth from the locals here, alhamdulillah penduduk setempat disini sangat welcome dan seluruh kegiatan serta program kerja kamipun bisa terlaksana dengan baik. Mungkin, diartikel ini aku akan lebih banyak menceritakan peran bapak & meme yang begitu besar pada perjalananku kali ini. I had a problem, a big problem but I can’t tell anyone, tapi tanpa aku bilang sepatah katapun, bapak dan meme tau, they told me “Sejak kamu pertama kali datang ke rumah bapak dan meme, bapak tau, ini anak kepalanya crowded banget, I know your head is crowded” I cant’t hold my tears, i was crying saat bapak bilang “saking sibuknya kamu, kamu sampai tidak sempat bercerita apapun sama bapak” ohhh god, terimakasih, terimakasih selalu mempertemukan aku dengan orang-orang berhati baik dan tulus.



    Bali dengan keberagaman budaya dan adat istiadat didalamnya, orang-orangnya yang teramat sangat ramah dan menjunjung tinggi toleransi, keindahan alamnya yang luar biasa akan selalu aku rindukan. Last but not least, I am so lucky bisa bertemu teman-teman relawan dari latar belakang pendidikan, daerah dan pengalaman yang berbeda-beda. Terkhusus teman-teman panitia, thank you so much! Aku belajar banyak hal dari orang-orang hebat seperti kalian, sending lots of love.

Terimakasih bapak dan meme, I’ll be back one day.

 

 

 


 

    Tahun 2022 bagiku adalah one of the best year, banyak bucket list yang awalnya aku pikir mungkin aku belum bisa mewujudkannya dalam waktu dekat, but i made it this year, feel so grateful selalu diberi kesempatan berharga untuk bisa mengunjungi banyak tempat menakjubkan di negeri ini. One of my bucket list yang paling aku tunggu-tunggu adalah mengunjungi Rammang-Rammang, and yeah, i made it di tahun 2022 ini. Rammang-Rammang has been on my bucket list sejak lama, pertama kali tahu Rammang-Rammang dari film The Nekad Traveler, sebuah film yang diangkat dari buku karya Kak Trinity, seorang travel blogger yang sangat legendaris di Indonesia. Rammang-Rammang located di Maros Sulawesi Selatan, bisa ditempuh kurang lebih 1 jam perjalanan dari Bandara Sultan Hasanudin Makassar.


    Aku menginap satu malam di Rammang-Rammang, karena saat sampai disana terkendala cuaca buruk, akhirnya memutuskan menginap di salah satu rumah singgah, sebelum besok paginya menjelajahi Rammang-Rammang. 10 out of 10 untuk Rumah Singgah "Nasrul House For Backpacker" yang aku singgahi milik salah satu guide legendaris di Rammang-Rammang, Kak Nasrul Yoel. Konsep rumah singgah ini bener-bener memberikan experience menginap yang berbeda dari biasanya, tamu tinggal satu rumah bersama keluarga Kak Nasrul yang super baik dan ramah, tapi konsepnya tetap kamaran, jadi tamu tetap memiliki ruang privasi. Aku bercerita banyak hal bersama Kak Nasrul dan ibunya, mereka sharing tentang sejarah Rammang-Rammang dan pengalaman traveling kami masing-masing, kebetulan Kak Nasrul juga punya hobi jalan-jalan.



    Keesokan harinya alhamdulillah cuaca super cerah, aku dan beberapa temanku dari Makassar memutuskan menyewa perahu untuk menjelajahi Rammang-Rammang, pricenya Rp. 200.000 per perahu. Rammang-Rammang adalah sebuah kawasan bentang alam berupa gugusan pegunungan karst yang terletak di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pegunungan Karst Rammang-Rammang ini adalah salah satu pengunungan karst terbesar di dunia.


    Kami menyusuri sungai dan menyaksikan langsung pemandangan pegunungan karst yang sangat menakjubkan, looks unreal saking indahnya. Pepohonan disini tumbuh subur, oleh karena itu udara di Rammang-Rammang super fresh. Rammang-Rammang sudah banyak dikunjungi oleh tourist asing dari berbagai macam negara, pantas saja saat aku melihat buku tamu di Rumah Singgah Kak Nasrul tulisannya mostly berbahasa inggris. Tak henti-hentinya dalam hati mengucap syukur, alhamdulillah bisa mengunjungi Rammang-Rammang tahun ini dan menyaksikan langsung panoramanya yang sangat cantik.

Please keep the place clean when you visit! :)

 

    "Jika ada yang lebih indah dari intro lagu sempurna, mungkin itu hari-hari pengabdian di Binongko bersama orang-orang ini" Kalimat itu mungkin bisa mewakilkan betapa penuh maknanya perjalanan kali ini, perjalanan paling jauh yang pernah aku tempuh sendirian tanpa mengenal siapapun, sebelum akhirnya dipertemukan dengan orang-orang baik ini. Melalui perjalanan darat dan laut, ribuan kilo meter dan berhari-hari lamanya, but it's totally worth it. Binongko Wakatobi adalah one of the most beautiful place i've ever been, ini bukan hanya tentang tempatnya, tapi juga tentang orang-orang didalamnya.


    Wakatobi adalah akronim dari 4 nama pulau, WAngi-wangi, KAledupa, TOmia dan BInongko. Binongko adalah sebuah pulau di Kabupaten Wakatobi, dipaling ujung tenggara Sulawesi. Wakatobi terkenal dengan kekayaan dan keindahan bawah lautnya yang luar biasa, Wakatobi dikenal juga dengan slogan "Surga nyata bawah laut dipusat segitiga karang dunia" Bagaimana tidak, 90 persen spesies terumbu karang di dunia ada di perairan Wakatobi. Untuk menuju Binongko dari Kota Bau-Bau ditempuh kurang lebih 12 jam menggunakan kapal kayu, listrik di Binongko hanya hidup 12 jam sehari, siang hari listrik pasti mati, sinyalpun kadang tiba-tiba hilang.




    Perjalanan dari rumah ke Surabaya, dilanjut ke Makassar dan Bau-Bau lalu ke Pulau Binongko. Total perjalanan kurang lebih 3 hari, tapi saat kami menginjakan kaki di Binongko, lalu disambut dengan begitu hangat dan ramah oleh masyarakat disana, anak-anak disinipun selalu super excited dengan kegiatan-kegiatan dari kami. Rasanya perjalanan jauh berhari-hari benar-benar sepadan. Kami juga disambut dan diterima baik oleh mama papa piara kami, yap, kami tinggal di rumah-rumah warga setempat. Selama pengabdian di Binongko, kami benar-benar diperlakukan dengan sangat baik seperti anak-anak mereka sendiri, merekapun sudah seperti orang tua kami. 





    Perjalanan dan pengabdian kali ini mungkin salah satu atau bahkan yang terbaik, hari-hari di Binongko sungguh begitu berkesan. Bisa bertemu dengan temen-temen volunteer dari berbagai macam daerah dengan latar belakang yang berbeda-beda, bisa berkontribusi bersama untuk mengsukseskan program kerja dan seluruh kegiatan pengabdian ini. Bahkan diluar itu, kita sama-sama saling sharing tentang cerita hidup masing-masing, like a family and more than just a team, it's so impressive. 


    Bahkan saat tiba waktu dimana kegiatan pengabdian kami selesai dan kami harus kembali ke daerah masing-masing, mama papa piara kami mengantarkan kami sampai ke pelabuhan, air mata haru dan sedih terus jatuh. Lucky me dan bersyukur banget bisa diberi kesempatan untuk jadi bagian dari pengabdian di Pulau Binongko dan bertemu orang-orang baik dan hebat ini. Hari-Hari di Binongko akan selalu dirindukan, pelaksanaan kegiatan pengabdian dan program kerja, berinteraksi dengan masyarakat dan anak-anak disana, menikmati sunset Binongko setelah beres prokeran, renang di pesisir pantai, ngobrol-ngobrol dan makan bareng, serta canda tawa yang selalu ada di setiap momennya. 

    Terimakasih, sudah menjadi rumah di bulan oktober, november and beyond. Semoga sang pemilik semesta mempertemukan kita kembali :)

Newer Posts Older Posts Home

About Me

Assalamualikum. Hi Everyone! Welcome to the online journal "Traveling Diary". I am Ineu Melia, a girl who loves to travel and share her experiences. Aku sangat berharap, semoga blog ini bermanfaat dan bisa menginspirasi siapapun to see this beautiful world. So, enjoy guys! Thanks for visiting my travel blog.

Subscribe & Follow

Popular Posts

  • Pulau Pari dan Peran Perempuan di Dalamnya
  • PLACE TO VISIT IN BATU KARAS (House of Sawah, Kedai Mini and Le Pari)
  • STREET FOOD DI KAMPUNG INGGRIS PARE KEDIRI
  • PERFECT TRIP DI GUNUNG BROMO
  • PENANGKARAN BIOTA LAUT DI BALI VAN JAVA

Categories

  • Food & Culture 7
  • Life Stories 14
  • Thought & Tips 10
  • Travel Destination 50

Contact Form

Name

Email *

Message *

Blog Archive

  • ▼  2025 (4)
    • ▼  April (1)
      • Ngopi dan Nongkrong di Kong Djie Coffe, Warkop Ter...
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2024 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2023 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2022 (19)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (3)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (17)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2020 (20)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  August (6)
    • ►  July (4)
Powered by Blogger.

ineumeliaf_

Blog Styling By Yanikmatilah Saja | Theme by OddThemes.

COPYRIGHT © 2020 Ineu Melia | Styling by Yanikmatilahsaja