Traveling Diary
  • Home
  • About
  • Travel Destination
  • Food & Culture
  • Life Stories
  • Thought & Tips
  • Contact

 

    Karena penasaran dengan penangkaran biota laut dekat kawasan pantai batu hiu, akhirnya beberapa hari yang lalu aku mutusin untuk nyari tau tentang tempatnya. Ternyata benar, sekitar 300 meter dari pantai batu hiu terdapat tempat kelompok penangkaran biota laut (KPBL). Disini kita bisa melihat penyu-penyu dari yang kecil sampai dewasa, biasanya di akhir pekan pengunjung lumayan ramai, sedangkan di hari biasa hanya beberapa pengunjung seperti mahasiswa yang ingin melakukan penelitian ataupun yang lainnya.      

    Menurut info yang aku dapet, kondisi penyu di wilayah ini populasinya semakin berkurang, banyak penyebabnya, salah satunya karena kondisi ekosistem dan juga banyak penyu mati dibunuh manusia. Biasanya pada hari-hari tertentu saat penyu sudah siap dilepaskan ke pantai, pengunjung bisa ikut serta membantu melepaskan penyu-penyu tersebut.



     Oh iya, tepat didepan tempat kelompok penangkaran biota laut (KPBL) ini, terdapat sebuah gapura cantik yang langsung menghadap ke Pantai. Tak salah lagi, kenapa banyak wisatawan menyebut bahwa kawasan pantai batu hiu ini sebagai Balinya Jawa Barat, keindahan pantai ini tidak perlu diragukan lagi. Sebutan Bali Van Java untuk kawasan pantai ini memang sangat cocok, berfoto sambil menikmati keindahan pantai tepat digapura ini menjadi nilai plus tersendiri untuk spot disini.

*Pleace keep the place clean when you visit :)


 

         Gak kerasa 2020 tinggal dua bulan lagi, tinggal menghitung hari menuju 2021, secepat itu. Jutaan rencana setiap orang harus tertunda ditahun ini karena pandemi, bukan hanya kita kok yang merasa dirugikan, tapi juga banyak orang. Rencana-rencana yang harusnya terlaksana tahun ini, tapi nyatanya belum bisa. Bucket list traveling yang harusnya sudah tercoret, sampai saat ini belum juga bisa tercoret. Sedih? Kecewa? Gereget? Jujur aku ngerasain banget tiga hal ini sampai sekarang, rencana jalan-jalan yang sudah sangat tersusun rapih jauh-jauh hari disebuah buku, belum juga bisa tercapai, bahkan bukunyapun sampai berdebu. Selalu ada hikmah dan solusi dibalik semua ini, yes that’s right. Traveling atau berlibur pada masa pandemi memang beresiko, berencana berlibur jauh keluar daerah, luar pulau atau bahkan luar negeri baiknya tentu saja ditunda dulu, but if you do, always follow the health protocol!

       Pertama, kemanapun dan dimanapun kita berlibur ataupun jalan-jalan, baik jauh ataupun dekat, tentu saja kita wajib mematuhi protokol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan atau pakai hansenitizer sesering mungkin dan pastinya jaga jarak dimanapun kita berada. Jangan pernah menganggap sepele pada protokol kesehatan! Virus kecil tidak terlihat, tentu saja kita patut berhati-hati, waspada? Yes harus, panik? No!

        Ke-dua, sebaiknya gunakan kendaraan pribadi agar lebih aman. Tapi jika memang mendesak harus menggunakan transportasi umum, aku sangat menyarankan untuk naik kereta. Saat ini, kereta merupakan transportasi yang menurutku sangat baik sekali dalam penerapan protokol kesehatan. Contohnya, setiap penumpang akan diberikan fasilitas masker sekaligus face shield, cek suhu tubuh yang rutin dan jaga jarak. Selain itu, penumpang jarak jauh juga wajib menunjukan surat bebas Covid-19 berdasarkan hasil uji PCR atau Rapid-Test yang berlaku 14 hari pada saat keberangkatan, dan bagi daerah yang tidak tersedia fasilitas PCR atau Rapid-Test, maka dapat menunjukan surat keterangan bebas gejala seperti influensa (influensa-like illness) dari dokter rumah sakit/puskesmas. Penumpang yang tidak memenuhi syarat tersebut, tentu saja tidak akan diperbolehkan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kereta, dengan kebijakan pengembalian bea pemesanan tiket 100 persen.

       Next and last, traveling pada masa pandemi, kita harus pinter-pinter memilih wisata tujuan yang aman. Baiknya tentu yang tidak terlalu jauh dari domisili kita, dan jika tujuan wisatanya jauh, carilah tempat wisata, daerah ataupun negara yang dalam penanganan kasus Covid-19nya sangat baik. Begitupun dalam memilih tempat penginapan, carilah tempat penginapan yang mematuhi protokol kesehatan.

         Ribet? Ya memang, kangen liburan normal? Banget, tapi percuma ngeluh terus menerus. Hari gini ya disyukuri aja, alhamdulillah masih diberi rezeki dan kesempatan untuk jalan-jalan, walaupun masih ini masih itu dan lain-lain. Semoga pandemi ini segera berakhir, aamiin.



     Setelah sekian lama, finally bisa berkunjung ke Pantai indah dan penuh sejarah ini, Yesss namanya Pantai Batu Hiu. Pantai yang satu ini Berlokasi di Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Jawa Barat, kurang lebih 14 KM dari Pantai Pangandaran ke arah Selatan. Saat memasuki kawasan pantai ini, kita akan disambut oleh patung raksasa berbentuk mulut ikan hiu yang sedang terbuka, dan patung ini konon sudah dibangun sejak tahun 1980-an.




    Agar bisa menikmati indahnya panorama pantai ini, kita bisa masuk kedalam patung ikan hiu, lalu menaiki tangga menuju bukit yang akan langsung memperlihatkan kita pada keindahan kawasan pantai ini. Selain itu, disini ada banyak sekali pohon pandan yang tentunya menjadi peneduh utama pantai ini, jadi gak usah hawatir, walaupun berkunjung disiang hari dengan cuaca panas, disini akan tetap teduh dan adem.




    Saking indahnya, pantai ini sering disebut Tanah Lotnya Jawa Barat oleh banyak wisatawan, Pantai Batu Hiu terletak di Selatan Pulau Jawa yang langsung berbatasan dengan Samudra Hindia, waw kerenkan? Pemandangan disini luas sekali, kita bisa menyaksikan deburan ombak yang cukup besar dan birunya lautan, ditambah bebatuan yang sangat cantik, susah sebenarnya menggambarkan keindahan pantai ini. Rumput-rumput dan pepohonan disini tumbuh subur dan hijau, aku sempat dibuat bengong oleh keindahan pemandangannya, apalagi saat kebetulan ada satu perahu nelayan sedang berlayar ditengah laut, aku sempat bertanya-tanya, is this real? View disini seperti sebuah lukisan, seperti tidak nyata saking indahnya.


    Karena ombak cukup besar, oleh karena itu pengunjung dilarang berenang di area pantai ini. Tapi tenang saja, walaupun dilarang berenang, menurutku pemandangan disini sudah lebih dari cukup untuk memanjakan dan menyejukan jiwa, mata, hati dan pikiran kita. Kalo ditanya kapan waktu paling tepat untuk mengunjungi tempat ini? I am gonna answer anytime kecuali malam hari. Baik pagi, siang ataupun sore tetap ok kok untuk mengunjungi tempat ini, nilai plusnya saat sore hari, kita bisa menyaksikan dan menikmati matahari terbenam atau sunset yang keindahannya tidak perlu diragukan lagi.

HARGA TIKET MASUK

·         Jalan Kaki                   : Rp3.300

·         Sepeda Motor             : Rp7.000

·         Mobil Carry                 : Rp36.000

·         Jeep / Sedan                : Rp19.500

·         Pick Up / L300            : Rp51.500

·         Bus Ukuran Kecil       : Rp68.000

·         Bus Ukuran Sedang    : Rp106.000

·         Bus Besar                    : Rp172.000

*harga tiket bisa berubah sewaktu-waktu, tapi tidak akan jauh berbeda dengan harga biasanya.

 

Newer Posts Older Posts Home

About Me

Assalamualikum. Hi Everyone! Welcome to the online journal "Traveling Diary". I am Ineu Melia, a girl who loves to travel and share her experiences. Aku sangat berharap, semoga blog ini bermanfaat dan bisa menginspirasi siapapun to see this beautiful world. So, enjoy guys! Thanks for visiting my travel blog.

Subscribe & Follow

Popular Posts

  • PERFECT TRIP DI GUNUNG BROMO
  • PLACE TO VISIT IN BATU KARAS (House of Sawah, Kedai Mini and Le Pari)
  • Menjelajahi Baduy dengan Keunikan dan Kedamaian di Dalamnya
  • Mencicipi Mie Belitung Atep Kuliner Khas dan Legendaris di Belitung
  • PENANGKARAN BIOTA LAUT DI BALI VAN JAVA

Categories

  • Food & Culture 7
  • Life Stories 14
  • Thought & Tips 10
  • Travel Destination 50

Contact Form

Name

Email *

Message *

Blog Archive

  • ▼  2025 (4)
    • ▼  April (1)
      • Ngopi dan Nongkrong di Kong Djie Coffe, Warkop Ter...
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2024 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2023 (9)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2022 (19)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (3)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (3)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (17)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2020 (20)
    • ►  December (4)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  August (6)
    • ►  July (4)
Powered by Blogger.

ineumeliaf_

Blog Styling By Yanikmatilah Saja | Theme by OddThemes.

COPYRIGHT © 2020 Ineu Melia | Styling by Yanikmatilahsaja